Dedepan, apa ya itu…….?
Dedepan??? apa ya itu. Setidaknya apa ya bahasa Indonesianya? Karena dedepan itu sayaambil dari bahasa Bali.
kalau saya jabarkan, ketika kita tidur dan akan bangun atau mungkin seolah-olah bangun, tetapi terjadi kejadian yang tidak mengenakan. Badan seolah-olah kaku, tangan dan kaki tidak dapat digerakkan, ingin bicara hingga berteriak, tetapi lidah kelu dan suara tidak keluar sama sekali.Rasanya ingin sekali menggeliat dan berteriak hingga terbebas….
Mengerikan dan tersiksa……..!!!!!
Lalu apa sebernarnya yang terjadi?? Apakah itu ganggauan dari ilmu hitam atau mahluk halus?? Ataukah hal lainnya?? sehingga banyak masyarakat yang beranggapan:
- Gangguan
script php,panakleak, jin dan sebagainya - Sirkulasi darah yang tidak teratur akibat salah posisi dalam tidur. Biasa ini dialami kalau tidur dalam keadaan telungkup atau terlentang
- Kurang ventilasinya, pintu dan jendela kamar yang tidak mempunyai ventilasi udara.
- Terlalu banyak menonton
streamingfilm horor. - Karena ada
patahan cliplaba-laba berjumlah kaki ganjil yang juga menempati kamar tidur kita - Pekerjaan usil tukang
lendirsihir. - Tidur melewati ambang senja menuju malam
Ini saya ambil dari berbagai sumber yang menyatakan bahwa depdepan:
-
Ketidakmampuan menggerakkan tubuh dan otot saat tidur atau terjaga dari tidur.
-
Kadangkala disertai halusinasi dan kejadian seperti mimpi.
-
Kadangkala terjadi beberapa kali atau berulangkali dalam satu periode tidur.
Menurut para ahli sendiri menerangkan bahwa :
-
Beberapa orang yang memiilki kebiasaan tidur tidak teratur seringkali mengalami ”Sleep Paralysis”.
-
Sebuah study menunjukkan bahwa 35% orang yang biasa mengalami depdepan juga kadangkala mengalami kepanikan saat bangun tidur atau terjaga baik akibat mimpi ataupun kebisingan.
-
16% orang yang biasa mengalami depdepan juga terbukti mudah panik. (yang satu ini persentase hunbungannya memang tidak terlalu banyak)
Sebenarnya Depdepan itu apa?
Depdepan atau paralysis nocturna yang dalam bahasa kedokterannya disebut Sleep Paralysis adalah kelumpuhan tidur non-REM. Pada kondisi REM secara otomatis tubuh akan menonaktifkan seluruh otot tubuh demi keamanan. Bila tidak, bisa-bisa kita melakukan apa pun yang muncul dalam mimpi, persis seperti pengidap penyimpangan perilaku tidur fase REM. Biasanya, otot kembali aktif saat bangun tidur - sayangnya, kadang-kadang terlambat. Keterlambatan ini begitu singkat sehingga kita tidak menyadari atau mengamatinya. Namun, bila keterlambatan itu berlangsung cukup lama, lebih dari semenit, alarm kesadaran keburu memberi tahu bahwa kita tidak dapat bergerak. Sedangkan mengenai sensasi dada tertindih, sebuah teori menghubungkannya dengan refleks menyelam - kemampuan mamalia air untuk memperlambat napas dan denyut jantung agar dapat menyelam lebih lama. Diduga, dahulu kala manusia pernah memiliki kemampuan ini, sehingga meski lewat evolusi manusia telah kehilangan kemampuan ini, sisa-sisanya masih tertinggal dalam kode genetik manusia sekarang. Dengan asumsi itu, diperkirakan refleks menyelam ini sewaktu-waktu muncul dalam kondisi tidur pulas tanpa mimpi. Manifestasinya, sistem pendukung perlindungan tubuh ditekan, sehingga mengakibatkan terjadinya sensasi depdepan dan kesulitan bernapas - ditambah rasa takut dan panik. Mungkin ini serupa dengan efek yang menyertai serangan jantung. Refleks menyelam itu juga diduga sebagai penyebab sindrom kematian mendadak pada bayi, dan pemicu sentakan myoclonik; tiba-tiba terjaga seketika dari tidur lelap karena merasa tersandung atau terpeleset. Sesungguhnya, sentakan ini disebabkan oleh arus listrik besar yang dikirim oleh otak ke otot sebagai bagian dari mekanisme penyelamatan diri. Otak mengejutkan tubuh agar kembali beraksi normal, karena pernapasan dan peredaran darah terlalu lambat.
Apakah berbahaya?
Depdepan awalnya seringkali dihubungkan dengan ”narcolepsy”. Kondisi neurologik dimana seseorang tidak mampu mengontrol tubuhnya saat tidur dan kadangkala bergerak dengan sendirinya. Akan tetapi kemudian muncul klaim bahwa depdepan juga terjadi pada orang yang tidak memiliki kasus ”narcolepsy”. Walaupun sebagian orang merasa khawatir dan takut saat kejadian, namun menurut para Ahli hal ini tidaklah membahayakan
Pencegahan depdepan dapat dimulai dengan mengatur pola tidur yang sehat, antara lain :
-
Tidur yang cukup, tidak berlebihan.
-
Hindari tidur di waktu pagi dan sore.
-
Olahraga teratur (hindari waktu olahraga yang berdekatan dengan waktu tidur)
-
Kurangi stress dan bad mood.
-
Tidur dengan waktu yang teratur.
Semoga bermanfaat ya…….
Gung De a.k.a. Rah De •




Aku tersenyum kecut waktu membaca sebuah tulisan pada sebuah Tabloid Komputer. Gemena gag, "perusak file" alias file destructor. Gemana korelasinya dengan ku yang bukan orang IT?
"Ceria" nama yang aneh pertamakali ku dengar. Gag tau kapan pastinya operator ’yang digawangi Sampoerna Telecom ini masuk Bali. Gag tertarik juga untuk mencobanya, apalagi dengan frekwensi 450 yang gag familiar (hanya didukung beberapa merk Pabrikan saja). Efeknya, mau ganti Handset susah, Kartu RUIM gag bisa kpasang pada Handset CDMA yang banyak beredar (terutama yang paling banyak 800Mhz).
Di seputaran Denpasar bagus juga sinyalnya. Bar sinyal penuhnya adalah 5. Nah, untuk di beberapa daerah memang agak lemah, seperti di Renon (daerah yang ku lalui) , but dengan 1 ampe 2 bar aja, komunikasi lancar. Tapi kurang tau kalo untuk data ya. Bgitu juga perjalanan menuju Nusa Dua. Sinyal nyambung terus. Di nusa Dua sendiri, kalo masuk ruangan sinyal masih kisaran 2 - 3 bar. tapi cukup untuk koneksi percakapan. 

